WahanaNews-DanauToba | Rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sibolga sepertinya tidak efektif. Kondisi arus lalu lintas masih tetap macet dan semrawut. Terutama di sekitar persimpangan Jalan Damai dan persimpangan Parombunan, Aek Habil.
Penumpang angkot yang sesuka hati menaikturunkan penumpang di tengah jalan, memicu penumpukan volume kendaraan. Kondisi ini diperparah dengan berjubelnya kendaraan bermotor yang berupaya saling mendahului.
Baca Juga:
Bridgerton Musim 4 Raih Hampir 40 Juta Penonton dalam Empat Hari Penayangan
Selain naik turunnya penumpang, kemacetan pun disebabkan laju angkot yang melambat saat supir sedang mencari penumpang. Sopir angkot juga tak dapat disalahkan. Sepanjang alur jalan Sisingamangaraja hingga perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah, tidak ada rambu larangan berhenti.
"Selain faktor berjubelnya kendaraan bermotor, ketidakdisiplinan sopir angkot juga menjadi penyebab kesemrawutan arus lalu lintas," ujar Panggabean, warga Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Senin (27/3/2023)
Ia berharap, Dinas Perhubungan Kota Sibolga memasang rambu-rambu larangan berhenti, di beberapa titik di Jalan Sisingamangaraja. Panggabean juga berharap adanya petugas yang mengatur arus lalu lintas di kawasan rawan kemacetan.
Baca Juga:
Film Shelter: Aksi Jason Statham dalam Pelarian Berdarah di Pulau Terpencil
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sibolga, Faisal Fahmi Lubis, yang dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp berjanji akan menempatkan petugas untuk menertibkan angkot dan kendaraan lainnya.
"Terimakasih informasinya. Nanti akan kami tertibkan," jawab Faisal Fahmi. [rum]