DANAUTOBA.WAHANANEWS.CO- Saat menjadi pembina apel gabungan di halaman kantor Bupati Toba pada Senin (2/2/2026) pagi, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyampaikan hasil The Workshop Program on Support For Establishing a Circular Economy Especially For Plastics in Indonesia yang beliau ikuti sejak 25-31 Januari di Jepang.
"Kesimpulannya, kita sudah sangat tertinggal dalam pengelolaan sampah. Mereka lakukan itu sejak tahun 1970. Bagaimana mereka pada tahun 1970 maka seperti itulah kita sekarang," kata Wakil Bupati mengawali amanatnya.
Baca Juga:
Boleh Diminum Tiap Hari, Tapi Begini Risiko Jika Konsumsi Kefir Berlebihan
Wabup Toba menyampaikan ada banyak hal tentang pengelolaan sampah yang dapat diimplementasikan dan ditiru oleh Kabupaten Toba.
"Di Banjarmasin, di setiap OPD ada bank sampah. Sementara kita hanya ada 2 bank sampah. Bagi OPD yang sampahnya belum masuk ke bank sampah maka TPP nya ditunda," ujar beliau menyampaikan contoh.
Di daerah lain pengolahan sampah sudah dimulai dari rumah dengan membagi sampah menjadi tiga bagian.
Baca Juga:
Menguak Mitos Kolesterol Udang dan Segudang Manfaatnya untuk Kesehatan
"Nah kita, jangankan memilah sampah, membuang sampahpun kita tidak pada tempatnya," lanjut Wakil Bupati.
Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya memberi dampak ekonomi tetapi juga menjadikan lingkungan yang nyaman dan bersih. Manfaat pengolahan sampah dapat dilakukan dengan dapat mengurangi (reduce), memanfaatkan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle).
"Nanti dari Dinas Lingkungan Hidup kita bahas soal pengolahan sampah, kita bahas pola penanganan sampah yang lebih baik," lanjut Wakil Bupati.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Wakil Bupati menegaskan bahwa aparat Pemerintah Kabupaten Toba akan menjadi contoh dalam penanganan sampah.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]