DANAUTOBA.WAHANANEWS.CO- Dugaan ketidakadilan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini terjadi di Kabupaten Toba seakan mempertontonkan kelemahan dan kekurangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal ini dibuktikan dengan tidak tersalurkannya MBG kepada ribuan penerima manfaat oleh salah satu dapur MBG yang ada di Balige, sementara dapur MBG lainnya tetap beroperasi. Distribusi MBG diberhentikan sementara oleh penyedia dengan waktu yang tidak ditentukan dengan alasan bahwa SPPG sedang melakukan perbaikan fasilitas dapur.
Baca Juga:
Tak untuk Semua, Program MBG Diminta Fokus pada Anak yang Butuh Gizi
"Terkait dengan adanya SPPG Toba Balige II yang tidak beroperasi, kita dapat info dari pers, kalau dari Badan Gizi Kabupaten tidak menginformasikan hal tersebut", sebut Asisten Pemerintahan Kabupaten Toba Eston Sihotang selaku Sekretaris Satgas MBG Toba, Selasa (21/04/2026).
Diakui, kurangnya komunikasi antara Badan Gizi Kabupaten Toba dengan Satgas berdampak pada pengawasan terhadap jalannya SPPG saat beroperasi.
Disini bisa kita lihat kurang terbangun nya komunikasi dari Badan Gizi Kabupaten Toba atas nama ibu Miranda Sihombing terhadap Satgas MBG Kabupaten Toba sehingga kita kewalahan dalam pengawasan SPPG yang beroperasi di kabupaten Toba.
Baca Juga:
Perkuat Silaturahmi, SJAS Muara Enim Konsolidasikan Program MBG Lewat Halal Bihalal
"Salah satunya ini. Ketika kita konfirmasi terkait hal ini, alasan pemberhentian sementara karena pembenahan fasilitas dapur, perbaikan tempat pengolahan makan, perbaikan pencucian ompreng, perbaikan instalasi IPAL dan pengadaan kamar mandi SPPG.
Akan tetapi berdasarkan perkembangan sesuai fakta di lapangan yang diperoleh rekan-rekan wartawan ternyata keadaan sebenarnya habis kontraknya SPPG Toba Balige II yang menyebabkan mereka berhenti, ini menjadi pertanyaan besar bagi kita, artinya kenapa Badan Gizi Kabupaten Toba tidak menyatakan fakta yang sebenarnya sehingga terkesan melindungi kekurangan atau kesalahan dari SPPG", terang Eston kecewa.
Keprihatinan atas kecarut marutan dalam pelaksanaan program nasional terkait pemenuhan gizi di Kabupaten Toba dikhawatirkan akan menimbulkan banyak permasalahan akibat tidak adanya keterbukaan informasi dan komunikasi yang tidak terbangun.
"Atas nama Satgas saya juga prihatin atas keadaan ini dan mari kita awasi bersama dan perlu kita tindaklanjuti mempertanyakan ke Badan Gizi Kabupaten maupun Nasional", sebut Eston Sihotang.
Sementara itu, Koodinator Wilayah MBG Kabupaten Toba Miranda E Sihombing mengakui perbedaan informasi yang disampaikan kepada Satgas MBG Toba dengan fakta di lapangan.
"Ya, memang kami juga tahu itu mereka pindah ke bangunan disebelah SPPG itu. Informasi terakhir ini sedang proses pemindahan peralatan masak makanya tidak bisa terjadi operasional karena peralatan masaknya sedang dipindahkan ke sebelah", jawab Miranda E Sihombing saat diklarifikasi Sekretaris Satgas MBG Toba Eston Sihotang.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]