DANAUTOBA.WAHANANEWS.CO- Puluhan siswa SD/MI se- Kabupaten Toba kembali menunjukkan keberanian dan kemampuan berbahasa yang luar biasa melalui ajang bergengsi Lomba Bertutur Tahun 2026.
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini berlangsung meriah di Gedung Sentra Pemuda Soposurung, Kamis (21/05/2026).
Baca Juga:
Arti Kehidupan Perempuan Dimata Laki-Laki Lani
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Toba, Effendy Napitupulu, Ketua Tim Penggerak Literasi Ibu Nyonya Astita Napitupulu, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Suasana gedung terasa begitu hidup dan penuh antusiasme. Puluhan peserta tampil dengan percaya diri, menyampaikan cerita dan gagasan dengan gaya bahasa yang menarik serta ekspresi yang memukau. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kemampuan public speaking dan melestarikan budaya bertutur sejak usia dini.
Dalam sambutanya, Bupati Toba menyampaikan bahwa kegiatan lomba yang mengusung kearifan lokal ini memiliki nilai strategis yang sangat besar. Menurutnya, lomba martutur bukan sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan sarana efektif untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, serta memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai luhur budaya Batak.
Baca Juga:
Membangun Pendidikan Kontekstual di Kabupaten Lanny Jaya
"Kami memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Lomba Martutur ini. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, percaya diri dan berwawasan luas," tegas Bupati Toba di hadapan para peserta dan panitia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia, Almen Hutagalung, menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap antusiasme para peserta dan pendamping.
"Kegiatan lomba bertutur ini sangat penting untuk membangun karakter dan kepercayaan diri anak-anak. Melalui kemampuan berbicara dan bercerita, kita melatih mereka untuk berani tampil dan mencintai bahasa serta budaya kita," ujar Almen
Para juri pun bekerja dengan ketat namun objektif, menilai setiap penampilan berdasarkan artikulasi yang jelas, intonasi yang pas, hingga ekspresi yang hidup.
Diharapkan, melalui kegiatan positif ini, minat baca dan literasi masyarakat Kabupaten Toba semakin meningkat. Tidak hanya itu, acara ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga pandai dan percaya diri dalam menyampaikan ide serta gagasan.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]