DANAUTOBA.WAHANANEWS.CO- Aksi diduga penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Dairi bersama sejumlah personilnya menjadi sorotan publik.
Pasalnya, oknum aparat ini diduga bertindak sewenang-wenang dengan melakukan pemalangan sebuah rumah yang berlokasi di Balige, Kabupaten Toba, pada Kamis (09/04/2026).
Baca Juga:
Pegawai Pajak Ikut WFH, Layanan Tatap Muka Tetap Jalan
Peristiwa tersebut tentu menimbulkan pertanyaan besar, mengingat lokasi kejadian berada di luar wilayah hukum Kabupaten Dairi.
Tindakan pemalangan yang seharusnya menjadi kewenangan pemerintah setempat (Kabupaten Toba) ini dinilai sebagai tindakan ultra vires atau melampaui kewenangan.
Bernard Pardede, mewakili pihak keluarga, menilai tindakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Dairi keliru.
Baca Juga:
WFH Setiap Jumat, Kemenimipas Pastikan Layanan Publik Tetap Jalan
"Pasalnya, ia menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi serta memerintahkan personil Satpol PP Dairi untuk memagar atau memalang rumah tersebut," Tegas Bernard.
Tak hanya itu, dalam pelaksanaannya, diketahui bahwa rombongan tersebut menggunakan kendaraan dinas berplat merah yang seharusnya diperuntukkan bagi tugas kedinasan. Penggunaan mobil dinas untuk kepentingan yang diduga berkaitan dengan urusan pribadi atau tugas di luar wilayah dan kewenangan tersebut jelas melanggar kode etik serta aturan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).
Merespons pemberitaan dan bukti visual yang beredar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, S. Charles Lamhot Bantjin, memberikan konfirmasi terkait kasus tersebut.
Dijelaskan bahwa pihaknya telah segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberikan teguran keras kepada Kasatpol PP Horas Pardede. Pemerintah Kabupaten Dairi menegaskan tidak menoleransi pelanggaran etika maupun penyalahgunaan fasilitas negara.
"Yang bersangkutan sudah kita tegur Pak terkait pemakaian mobil dinas untuk urusan pribadi," tegas Charles Lamhot Bantjin kepada awak media, Jumat (10/04/2026).
Terpisah, Horas Pardede saat dikonfirmasi mengatakan Ketika melintas di lokasi, kaget mendapati rumah saya sedang dihuni orang lain.
Aset tersebut jelas, saya punya hak. Menindaklanjuti hal ini, saya akan melaporkan dan mengajukan permohonan pengukuhan hak kepemilikan ke pengadilan pada hari Selasa besok," ucap Horas.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]