DANAUTOBA.WAHANANEWS.CO- Ketua Peradi Medan Dwi Ngai Sinaga kecam arogansi seorang pengacara di Toba yang bernama Mekar Sinurat. Menurutnya, seorang pengacara mestinya menjunjung tinggi nilai etika saat bekerja di lapangan.
Satu bentuk perwujudan etika adalah memperlihatkan surat kuasa saat berada di lapangan.
Baca Juga:
Bupati Toba Effendi Napitupulu Bakal Tanggung Biaya Psikotest dan Test Kesehatan Masuk SMA Unggul
"Saya sebagai Ketua Peradi Medan menyayangkan kejadian. Pertama, terkait legal standingnya, seorang pengacara itu harus jelas, ia datang sebagai apa ke lapangan. Seharusnya, ia harus memperlihatkan legal standingnya apakah pemilik, kuasa hukum," tutur Dwi Ngai Sinaga, Sabtu (5/4/2025).
"Kalau ia tak mampu memperlihatkan surat kuasanya, berarti dia bukan seorang pengacara," tuturnya.
"Kalau ia datangnya dari Yayasan Tunas Bangsa Soposurung, apa legal standingnya disitu. Berarti kan tidak ada legal standingnya. Secara etis, ia sudah melanggar," terangnya.
Baca Juga:
Kunjungi Mapolsek Sorkam, Kapolres Tapteng Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan
Ia meminta agar warga yang dirugikan dengan perbuatan seorang pengacara tersebut, menyurati Dewan Kehormatan Peradi agar soal perlakuan oknum pengacara tersebut.
Menurutnya, seorang pengacara juga tak bisa ujuk-ujuk mendirikan plang manakala ada yang keberatan. Bahkan, mendirikan plang tanpa ada alas hak adalah tindakan penyerobotan.
"Kita minta agar disurati Dewan Kehormatan peradi supaya bertindak sesuai etis advokat. Berikutnya, mesti disampaikan apa dasarnya mendirikan plang tersebut. Kan tidak boleh ujuk-ujuk naikkan plang. Harus ada alas hak atas tanah tersebut," sambungnya.
"Kalau ujuk-ujuk naikkan plang, itu bisa disebut sebagai penyerobotan.
"Ketiga, kalaupun ia menunjukkan alas haknya dan kita punya alas hak, itu harus diuji dulu. Jangan semena-mena pemerintah menyerobot lahan masyarakat. Silahkan di pengadilan dulu, jangan main-main plang dulu," terangnya.
Soal penyerobotan tersebut, masyarakat juga bisa melaporkannya ke pihak kepolisian.
"Dan itu bisa dilaporkan soal kasus dugaan penyerobotan. Jangan masyarakat jadi dirugikan," terangnya.
Selanjutnya, Jaya Napitupulu yang tinggal di kawasan Lapangan Mini dan sekaligus keturunan Oppung Ujuan Napitupulu sebagai pemilik Lapangan Mini menuturkan pengalamannya berhadapan dengan Mekar Sinurat saat pendirian plang di Lapangan Mini pada Jumat (4/4/2025).
"Saat kita minta surat kuasanya saat pendirian plang, malah ia bilang baca itu sambil menunjuk tulisan yang ada plang," ujar Jaya Napitupulu, Sabtu (5/4/2025).
Pengacara tersebut tak hanya ingin mendirikan plang namun juga menyuruh sekelompok orang membabat rumput di Lapangan Mini tersebut. Hal ini tentunya semakin memperdalam kekecewaan Jaya Napitupulu. Ia menyampaikan arogansi yang diperlihatkan seorang oknum pengacara tersebut adalah tindakan tidak terpuji.
"Ia juga menyuruh sejumlah orang juga membabat rumput di lapangan dan mengatakan jangan takut. Kalimat ini kan memperlihatkan arogansinya," tuturnya.
"Minggu lalu, Kadisdik Toba baru Rikardo Hutajulu minta izin sama saya untuk menggunakan lapangan ini. Acara tersebut pun dihadiri oleh bupati dan wakil bupati menyemangati anak-anak di sini. Kalau ini benar milik Disdik Provsu, mengapa Kadisdik Toba harus minta izin kepada saya? Ini jadi sebuah pertanyaan besar," terangnya.
Ia tambahkan, Mekar Sinurat pergi ke Polsek Balige untuk meminta agar Lapangan Mini dapat digunakan sebagai lokasi ujian samapta.
"Nah setelah pergi dari areal kita ini, ia pergi ke Polsek. Lalu Kapolsek Balige menghubungi kita untuk meminta lapangan ini untuk digunakan ujian samapta yang akan diselenggarakan oleh Yayasan Tunas Bangsa Soposurung," sambungnya.
Yang pasti, ia merasa kecewa atas tindakan oknum pengacara tersebut.
"Saya tidak mau kasih karena mereka itu sudah arogan. Sudah tak memperlihatkan legal standingnya. Dan ia saya bilang ingin menyerobot lahan kami ini. Masa ada plang tiba-tiba di lahan kami," lanjutnya.
"Kalau ia sebagai pengacara, seharusnya ia harus memperlihatkan surat kuasa, pihak pemerintah setempat pun hadir. Dan harus diingat, tanah ini tak pernah menjadi permasalahan," terangnya.
Hari ini, Sabtu (5/4/2025), pihak Disdik Provsu bersama Mekar Sinurat sambangi keluarga Jaya Napitupulu di Lapangan Mini. Pertemuan tak memperlihatkan titik temu.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]