"Saat ini kita berbicara 20 sampai 30 tahun kedepan. Indonesia diprediksi menjadi negara maju tahun 2045, maka kitalah yang membuat pondasinya. Cita-cita itu akan gagal kalau anak-anak kita masih mengalami persoalan stunting dan lain sebagainya," ucap Naslindo Sirait dalam sambutannya.
Baca Juga:
Wapres Gibran Rangkul Perempuan Muda KOPRI, Bahas Program MBG dan Pencegahan Stunting
"Hari ini kita bicara stunting, bagaimana kebijakan dari pusat, Pemerintah Provinsi hingga Kabupaten tentunya harus konvergen artinya menuju kepada satu titik. Dan ini adalah pekerjaan semua stakeholder dengan multi program dan multi kegiatan dalam mengintervensi stunting," imbuh Pj.Sekda.
Naslindo Sirait juga menyampaikan beberapa yang menjadi kendala percepatan penurunan stunting yakni belum efektifnya program-program pencegahan, belum optimalnya koordinasi penyelenggaraan
Baca Juga:
PLN Bangun 2 SPPG Bersama TNI AU Lewat Dana CSR, ALPERKLINAS: BUMN dan Swasta Bisa Meniru
"Intervensi gizi di semua tingkatan, belum efektif dan efisiennya pengalokasian dan pemanfaatan sumber daya dan sumber dana, keterbatasan kualitas dan kapasitas penyelenggara program serta masih minimnya advokasi, kampanye dan diseminasi terkait stunting dan upaya pencegahannya," ungkapnya.