Karena kita dinas kebudayaan, kita juga akan mengangkat budaya kita menjadi objek wisata juga yang sudah hampir punah, contohnya 'Maranggir yang merupakan kebiasaan budaya Batak yang sudah hilang. Hilang tapi tetap dilakukan. Pertunjukan Maranggir ini akan kita buat di objek wisata," terang Rikardo.
Untuk menjangkau destinasi yang aman, nyaman dan efisien dari segi waktu, aksesibilitas turut menjadi aspek penting dalam pengembangan kepariwisataan Toba.
Baca Juga:
Tanjung Lesung Makin Prospektif, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konektivitas Baru Dorong Ekonomi Banten
[Redaktur: Hadi Kurniawan]