Pendeta Jacky, sapaan Jackylevyn F Manuputty, PGI pun peduli lingkungan dengan mengatakan pogram strategis nasional (PSN) di Papua kaena dianggap mengabaikan hak-hak dasar masyarakat adat dan merusak lingkungan.
Menurutnya gereja tidak menolak pembangunan, tetapi menolak model pembangunan yang mengorbankan manusia dan alam demi kepentingan ekonomi segelintir pihak.
Baca Juga:
Bobby Nasution Janji Kirim Surat Rekomendasi Tutup TPL ke Pusat
Ketua Umum Sekber Gokesu Pastor Walden Sitanggang OFMCap mengatakan perjuangan keadilan ekologi merupakan dogma agama Katolik.
Pastor Walden bersama Sekber sudah berjuang setahunan, menyarakan perjuangan gereja akan lingkungan hidup dan menutup PT PTL. Tetapi masih ada yang bertanya kepadanya, mengapa pastor bisa ikut dalam perjuangan?
"Saya jawab, saya bukan ikut-ikutan. Karena saya sebagai pastor suara orang beriman, jadi ini suara gereja. Dan tak satupun gereja yang panjang umurnya di dunia ini apabila tidak terlibat dengan lingkungan hidup," terangnya.
Baca Juga:
Gereja dan Masyarakat Bersatu, Gerakan Tutup TPL Semakin Masif di Kawasan Danau Toba
"Menyuarakan kerusakan alam, menyuarakan kerusakan bumi. Sebab bumi rumah kita Bersama. Saya ikut yang sebenarnya berawal dari tangisan di Desa Sihaporas, tangisan di Natinggir, dan tangisan di Dolok Parmonangan," lanjutnya.
Sebelumnya banyak kasus penganiayaan, dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan kriminalisasi dilakukan pihak PT TPL kepada komunitas adat di Kawasan Danau Toba.
Misalnya, penyerangan oleh ratusan pekerja TPL berseragam tameng dan perisai terhadap warga Masyarakat adat Sihaporas, di Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun pada 22 September 2025.