Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan HUT Toba Ke- 27 Saut Sihombing menjelaskan bahwa dalam rangkaian perlombaan bertujuan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.
"Kita ingin memastikan bahwa permainan tradisional yang menjadi bagian dari identitas Kabupaten Toba agar tidak terlupakan. Melalui perlombaan ini, harapannya generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri," ungkapnya.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Edisi Terbesar Sepanjang Sejarah dengan 48 Negara
Selain perlombaan olahraga, rangkaian HUT Toba Ke- 27 juga diisi dengan berbagai acara seni budaya yang penuh warna, antara lain festival band dan paduan suara. Festival band akan menghadirkan grup musik dari berbagai daerah se Kabupaten Toba, bahkan beberapa grup tamu dari daerah sekitar yang memiliki kemampuan musik yang luar biasa. Sementara itu, paduan suara akan menjadi ajang bagi berbagai komunitas paduan suara dari sekolah, kantor, hingga kelompok masyarakat untuk menunjukkan harmoni suara mereka sambil menyampaikan pesan kebersamaan dan cinta tanah air.
Untuk mendukung kelancaran acara, Pemerintah Kabupaten Toba telah menyiapkan berbagai fasilitas yang memadai, termasuk lapangan olahraga yang telah disiapkan secara optimal, tempat istirahat bagi peserta dan penonton, serta tim medis yang siap siaga untuk menangani segala kemungkinan kejadian tak terduga.
Acara HUT Kabupaten Toba Ke- 27 diharapkan tidak hanya memberikan hiburan dan ajang kompetisi yang sehat, tetapi juga mampu menjadi katalisator bagi perkembangan olahraga dan seni budaya di daerah. Pemerintah Kabupaten Toba juga berkomitmen untuk terus menyelenggarakan acara serupa di masa mendatang, dengan harapan dapat terus mengangkat nama baik Kabupaten Toba dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakatnya.
Baca Juga:
Tim Junior Indonesia Tembus Semifinal Usai Tekuk Chinese Taipei 45-35
[Redaktur: Hadi Kurniawan]