Melihat adanya penemuan tersebut lalu ia Menarik mayat korban ke tepi pantai Danau.
Sementara itu, Ibu Korban, Osta Boru Manurung menjelaskan Korban keluar dari rumah pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2026 sekira pukul 04.45 Wib dengan alasan untuk olah raga pagi. Kebiasaan korban sering melaksanakan olah raga pagi dan berenang di danau toba di lokasi Depan Cafe Resto Tepi Danau Bistro, Venue dan di Lumban Bulbul.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Salurkan DTH bagi Korban Bencana di Kecamatan Sarudik
Korban selalu berenang sendiri dikarenakan tidak memiliki teman karena sering di ejek oleh teman temannya.
Menurut informasi dari Ibu korban, sejak tahun 2022 korban ada mengalami depresi dan telah rutin untuk konsultasi ke dokter psikiater di RSUD Porsea.
Pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2025 sekira pukul 19.00 Wib, ia mencari keberadaan Anaknya (korban) di sekitar tepi pantai danau toba tepatnya di depan Cafe Resto Tepi Danau Bistro dan menemukan sepasang sepatu, jaket dan HP milik korban, namun hingga esok harinya tidak menemukan keberadaan korban, ucap Osta
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Upayakan Hak Korban Bencana Terpenuhi
Dalam hal ini, ibu korban Tidak ada melaporkan terkait tidak ditemukannya korban ke Pihak Polsek Balige.
Sebelumnya Korban bersekolah di salah satu SMAN yang ada di Balige namun karena adanya gangguan jiwa yang dialami korban, korban tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di Sekolah tersebut
Ibu korban Menerima penyebab kematian korban.