Ia menyampaikan, dirinya sebagai terlapor kooperatif dan ikut aturan dalam proses pengungkapan kasus tersebut agar terang-benderang. Ia minta pihak kepolisian juga tegas dalam menangani kasus tersebut agar setiap pihak mendapatkan keadilan.
"Kami sebagai terlapor kooperatif dan sudah membawa data-data yang dibutuhkan. Kami juga berharap Polres Toba dapat mengambil sikap terkait hal ini," terangnya.
Baca Juga:
Konfrontasi India-Pakistan Siap Meledak, Dunia Tahan Napas Hadapi Ancaman Perang Nuklir
"Kami sebagai terlapor juga butuh kepastian hukum. Kami berharap Polres Toba tetap konsisten dalam penanganan kasus ini agar terang-benderang," lanjutnya.
"Tentu sebagai terlapor, kami akan adu data dan fakta dengan pihak pelapor dalam konfrontasi tersebut. Tentu bila Polres Toba jadwalkan ulang terkait kasus ini, kami akan hadir," sambungnya.
Ia juga merasa kecewa ketidakhadiran pelapor dan saksi pihak pelapor dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga:
Rugikan Pelapor, Ketua MK Pertanyakan Format Jawaban Bawaslu yang Tak Seragam
"Saya minta pelapor maupun melalui kuasa hukumnya agar gentlemanlah. Kalau ada konfrontasi seperti ini, seharusnya berani dong hadap-hadapan seperti ini," ungkapnya.
Ia meminta agar pihak kepolisian segera ungkap kasus tersebut. Pihaknya sebagai terlapor juga siap dimintai keterangan dan ikuti konfrontasi manakala dijadwalkan ulang.
"Kita juga tidak mau menyimpulkan hal ini terlalu dini. Kita berharap pelapor atau melalui kuasa Hukum jangan cari-cari alasanlah saat konfrontasi dilakukan Polres Toba. Semua kita butuh kejelasan kasus ini," lanjutnya.