"Di saat ini kan ada RJ (Restorative Justice) kalau di kedua belah pihak memang masih ada itikad untuk melaksanakan perdamaian tersebut, kita akan fasilitasi", sebut Bungaran Samosir.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Toba dr Freddy S Sibarani sekaligus menjabat plt Kepala RSUD Porsea mengakui bahwa siswa inisial AS sempat dirawat di RSUD Porsea selama dua hari.
Baca Juga:
Marak Daycare Tak Berizin, KPAI Sentil Pemerintah yang Bergerak Setelah Viral
"Pasien an AS pernah dirawat di ruangan VIP. Pasien masuk tanggal 24 Juli dan pulang pada tanggal 26 Juli 2025. Benar ada permintaan visum", jelas dr Freddy.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]