danau-toba.wahananews.co | Ketua Komunitas Rumah Kreatif Paduan Nauli Toba Olo Sirait menyampaikan kritik terhadap program “Batak Naraja”.
“Batak Naraja” adalah program Poltak Sitorus dan Tonny Simanjuntak yang digaungkan sejak masa kampanye hingga sekarang setelah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Toba.
Baca Juga:
HUT Ke-115 Gereja HKBP Pangururan Resort Borbor ke-115, Bupati Toba Ajak Jemaat Jaga Kebersihan
Bupati Toba sering mengumandangkan Batak Naraja dan menginginkan Masyarakat Toba berperilaku seperti demikian.
“Batak Naraja” ada empat unsur yaitu, Batak yang Marugamo atau beragama, Maradat atau penerapan adat Batak, Marparbinotoan atau memiliki ilmu pengetahuan, Maruhum atau taat hukum.
Namun menurut warga, khususnya komunitas yang melestarikan budaya Batak. Perkataan Batak Naraja berbanding terbalik kenyataan dan penerapannya, bisa dibilang hanya isapan jempol hanya sekedar kata kiasan belaka.
Baca Juga:
Kami Ingin Lihat Aspal, Semeter Saja!
Seperti disampaikan ketua komunitas di Kecamatan Lumbanjulu, "Rumah Kreatif Paduan Nauli Toba" yang bernama Olo Sirait.
Komunitas yang dia pimpin mengembangkan budaya Batak dalam kreativitas seni, tortor, mossak, gorga, tenun dan kreativitas kuliner.
"Namun sayang ambisi kita yang ingin melestarikan warisan budaya Batak tersendat karena minimnya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Toba, khususnya Bupati Poltak Sitorus yang menggaungkan dan ingin menjadikan Toba Batak Naraja, " ucap Olo sambil menengadah langit.